PENGARUH
TINDAKAN BULLYING DIMEDIA SOSIAL FACEBOOK
DALAM
PERILAKU REMAJA
KARYA ILMIAH
Diajukan untuk Melengkapi
Nilai Mata Kuliah Filsafat Ilmu dan Logika
Semester Gasal Tahun Akademik
2014
Kelas 11

Disusun oleh:
SITI SARAH
NIM. 2014.52.072
UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
JURUSAN PUBLIC RELATION
|
|
2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan, kelancaran dan kekuatan serta petunjuk dan
bimbingan-Nya, karena atas rahmat-Nyalah saya dapat menyelesaikan Karya Ilmiah ini dengan baik.
Banyak
pihak yang telah membantu menyelesaikan secara langsung dan tidak langsung
dalam penyelesaian Karya Ilmiah ini, maka saya mengucapkan
terima kasih kepada:
1.
Drs.Mulyo Wiharto. selaku Dosen mata kuliah Filsafat Ilmu dan Logika, Universitas Esa Unggul Jakarta.
2.
Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan
serta doanya.
3.
Mr. Zulvan yang telah memberikan semangatnya
dalam penyelesaian karya ilmiah ini.
Semoga
Karya Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan dapat
membantu menambah pengetahuan serta pengalaman bagi para pembaca.
Jakarta,Januari
2015
Penulis,
DAFTAR
ISI
KataPengantar……………………………………………………………….. 2
Daftar
Isi …………………………………………………………………….. 3
BAB
I PENDAHULUAN…………………………………………………… 4
1.1.Latar
Belakang ..………………………………………………….. 4
1.2.Rumusan
Masalah….……………………………………………... 9
1.3
Tujuan Penelitian ………………………………………………… 9
1.4
Kerangka Teori …….…………………………………………….. 9
1.5
Sumber Data ………………………………………................... 10
1.6
Metode dan Teknik
.……………………………………………. 10
1.7
Sistematika Penulisan
.…………………………………………. 11
BAB
II PEMBAHASAN ...…………………………………………………... 12
2.1
Pengertian Media Sosial dan Perilaku Bullying
……..................... 12
2.2 Pengaruh Tindakan Bullying terhadap Perilaku Remaja ….…….. 13
2.3 Dampak Facebook terhadap Perilaku Remaja
……….………….. 16
BAB
III PENUTUP ………….……………………………………………… 17
3.1
Simpulan .…….………………………………………………… 17
3.2
Saran ………….………………………………………………… 18
Daftar Pustaka……………………………………………………………...... 19
Biodata
Penulis ..……………………………………………………………. 20
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang Masalah
Di
Indonesia,tekhnologi informasi komputer yang disupport oleh internet telah
berkembang dengan sangat pesat dan maju di setiap intitusi pendidikan, sehingga
banyak media social diciptakan dengan tujuan agar seluruh penduduk di dunia
bisa berkomunikasi, bersosialisasi, dan berinteraksi baik antar negara ataupun
antar kota, seperti yang sedang booming di kalangan pelajar saat ini adalah:
facebook, Twitter, Path, Line, BB, Whatsapp dan Youtube. Selanjutnya, Indonesia
termasuk Negara peringkat ke-2 yang masyarakatnya paling banyak menggunakan media
soscial dan menurut Jumlah populasi manusia di Indonesia adalah 248,64 juta dengan
pengguna internet aktif sekitar 55 juta. Dengan demikian, penetrasi pengguna
internet di Tanah Air sekitar 22,1% dari total populasi. Dan sebanyak 2,3%
pengguna internet yang mengkonsumsi media sosial dunia berasal dari Indonesia.[1]
Lebih
dari itu, dengan adanya media social di kalangan pelajar maupun anak-anak maka kerap
kali terjadi tindakan “bullying” yang dilontarkan melalui comment mereka
terhadap perilaku social yang ada di media social. Di Indonesia sendiripun hampir
50% merupakan Negara yang jumlah populasi manusianya sering melakukan tindakan
“bullying” yang rata-rata pelaku bullying tersebut dilakukan oleh orang-orang
dewasa kepada anak-anak, maupun teman sebayanya.[2]
Dari tindakan tersebut akan ada pula dampak negative. Seperti yang kita ketahui
bahwa dampak negative itu akan muncul apabila kita sebagai orang-orang dewasa
selalu melakukan tindakan tidak terpuji itu seperti hal: selalu mengolok-olok
orang yang menulis status sedih difacebook, ataupun memasang foto-foto yang
tidak semestinya yang dapat memicu konflik dan tidakan bullying tersebut. Dan
adapun cara-cara pencegahan serta penanggulangan dampak buruk yang akan
ditimbulkan dari perilaku bullying tersebut adalah dengan cara: pendekatan
lebih intensive terhadap pelaku dan korban bullying, pemberian bimbingan
counseling terhadap pelaku dan korban bullying. kita bisa melihat bahwa
sejujurnya ini akan mendatangkan problematika dalam perkembangan etika pelajar,
psikologis dan traumatis terhadap korban bullying.
Seperti
yang kita ketahui bahwa orang-orang terpelajar adalah siswa, siswa merupakan
kaum muda terpelajar yang ditopang dengan Bahasa yang baik dan benar akademis. Etika
atau sikap siswa baik secara perbuatan maupun secara lisan selalu menjadi
perhatian dan panutan bagi setiap orang. Namun sebaliknya, saat ini etika pelajar
terhadap public mulai tercoreng, sudah tidak terlihat lagi etika yang bisa dicontoh
bagi masyarakat. misalnya pemberitaan tentang seorang mahasiswa pasca sarjana
yang sempat menjadi sorotan masyarakat Jogyakarta mengenai penghinaan terhadap
kota Yogya dan pencemaran nama baik terhadap sultan melalui media social Twitter.[3] Lebih
dari itu, berujung pada hukum dimana masyarakat Yogyalah yang mengusut kasus
ini ke ranah hukum dan pelaku terjerat sanksi dalam kasus pencemaran nama baik.
Peristiwa ini menggambarkan, etika dan sikap pelajar dalam penggunakan media social
kerap kali menjadi salah satu fenomena utama yaitu tentang sikap, karakter, dan
gaya hidup, bahkan media social bisa disebut sebagai “sahabat setia” karena
bisa menemani kita kemana-mana dan hampir setiap hari media social berada
bersama kita dimana pun kita berada, entah untuk kepentingan umum ataupun
kepentingan pribadi.
Jika
media social diletakkan pada kepentingan umum maka justru seharusnya memberikan
motivasi-motivasi positive melalui kalimat-kalimat yang diposting dengan tujuan
mendorong sahabat-sahabat baik dalam karir, kerja, potensi, dll. Sedangkan
kepentingan pribadi bisa difungsikan sebagai sarana mencari jodoh, tugas-tugas
kampus, menambah banyak teman, mencari penghasilan tambahan dengan cara
berjualan online dll. Semua itu bertujuan untuk: pertama, mengaktualisasikan
diri dalam hal-hal yang positive, ke-dua, mencari kesenangan pribadi secara
normal dan positive, dan yang ke-tiga, mengembangkan potensi diri lewat media
social.
Berkaitan
dengan hal diatas, penulis menemukan masalah-masalah tentang etika pelajar terutama
dalam kasus “bullying” yang belum mampu memberikan konstribusi positive bagi
masyarakat. Dan di bawah ini adalah masalah-masalah yang nantinya perlu
diselesaikan di antaranya:
1)
Banyak pelajar yang menjadikan media
social sebagai ajang untuk saling menjelek-jelekan atau menjatuhkan privasi
orang lain dengan cara menuliskan status atau mengomentari orang lain yang
sifatnya mengejek atau bullying. Seperti contoh: seorang mahasiswi yang
bersekolah di salah satu perguruan tinggi negeri di D.I Yogyakarta yang
menuliskan status melalui akun twitternya dia mengenai antrian BBM yang pada
akhirnya menjelek-jelekan pemimpin D.I Yogyakarta.
2)
Tidak sedikit pelajar yang memasukan
atau mengupload foto-foto mereka yang tidak semestinya untuk dilihat oleh
kalayak ramai atau dipamerkan yang dapat memicu seseorang untuk melakukan
tindakan porno aksi. Dan sejujurnya ini ber-efek pada pengguna lainnya.
3)
Pelajar belum mampu menunjukan diri
sebagai seorang yang berpendidikan dengan Bahasa yang sopan sesuai dengan
norma-norma pendidikan, contoh: banyak sekali pelajar yang menggunakan bahasa
prokem[4] dan
belum mampu untuk memberikan informasi yang baik kepada orang lain.
Kasus-kasus
di atas memberikan inspirasi kepada penulis agar memberikan solusi terhadap
masalah-masalah tersebut. Walaupun sedikit atau banyaknya, diharapkan ini mampu
mengurangi etika buruk pelajar Indonesia baik dalam berbicara ataupun
tindakannya.
Tetapi
dalam hal ini, Penulis menggunakan media facebook sebagai solusi dan mecoba
menerapkannya dengan proses secara bertahap agar bagaimana masalah diatas bisa
terselesaikan. Penulis menawarkan media ini dengan beberapa alasan:
Pertama,
banyak hal-hal positive yang dapat kita ambil dari media social, dan hampir
semua penggunanya adalah mahasiswa. Ke-dua, Didalam media social misalnya
facebook ditemukan group-group atau komunitas yang selalu mensyiarkan,
menyebarkan tentang kebaikan yang dapat menjadi saringan kita dalam menghindari
hal-hal negative didalam media social atau dunia maya, seperti contohnya:
“STRAWBERRY”.Didalam group tersebut banyak menjelaskan hal-hal positive,
khusunya yang berhubungan dengan agama yang berpegang teguh pada al-qur’an dan
banyak sekali orang-orang yang share tentang pengalaman-pengalaman mereka yang
sangat memotivasi, menyentuh dan menganjurkan kita sebagai pembaca untuk tidak
melakukan hal seperti itu. Dan alasan yang ke-tiga adalah karena facebook telah
menjadi media online dengan pengguna terbanyak di Indonesia dibanding media
social lainnya.Seperti yang dilansir oleh berita.indo.com Jumlah pengguna
Facebook Messenger di seluruh dunia telah mencapai angka setengah miliar orang
di seluruh dunia. Indonesia menyumbang angka 13,8 persen pengguna Facebook
dengan jumlah tak kurang 69 juta pengguna aktif.
1.2. Rumusan
Masalah
1.2.1. Pengertian Media Sosial dan Tindakan “Bullying”
1.2.2. Pengaruh Buruk Tindakan “Bullying” Terhadap Remaja dan Anak
1.2.3.
Dampak
Postive Media Sosial Terhadap Penanggulangan Tindakan “Bullying”
1.3.
Tujuan
Penelitian
1.3.1.
Untuk menjelaskan pengertian “Bullying”
1.3.2.
Untuk memberitahukan mengenai dampak
negative dari tindakan “bullying”
1.3.3
Untuk menjelaskan mengenai
penanggulangan dari tindakan “bullying”
1.4.
Kerangka Teori
Pada
kerangka teori ini, penulis mengambil beberapa teori-teori yang telah diungkapkan
oleh para pakar
1.4.1
Definisi Perilaku Bullying
Bullying
berasal dari kata Bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian
adanya “ancaman” yang dilakukan seseorang terhadap orang lain (yang umumnya
lebih lemah atau “rendah” dari pelaku), yang menimbulkan gangguan psikis bagi
korbannya (korban disebut bully boy atau bully girl) berupa
stress (yang muncul dalam bentuk gangguan fisik atau psikis, atau keduanya;
misalnya susah makan, sakit fisik, ketakutan, rendah diri, depresi, cemas, dan
lainnya).[5]
1.4.2. Media
Social
Computer-Mediated Communication
(CMC) adalah berbagai jenis program aplikasi yang digunakan untuk
melakukankomunikasi antar dua orang atau lebih yang dapat saling berinteraksi
melalui komputer yang berbeda. Yang dimaksud di sini bukanlah bagaimana dua
mesin atau lebih dapat saling berinteraksi, namun bagaimana dua orang atau
lebih dapat berkomunikasi satu dengan lainnya dengan menggunakan alat bantu
komputer melalui program aplikasi yang ada pada komputer tersebut.[6]
1.5.
Sumber Data
Dalam penulisan Karya Ilmiah ini, sumber yang digunakan adalah :
Studi
pustaka yaitu dengan mencari referensi dari buku-buku yang berkaitan dengan
penulisan karya tulis ini dan penjelajahan internet yaitu dengan mencari
beberapa informasi di mesin pencari yang tidak penulis
tidak dapatkan dari buku-buku.
1.6.
Metode
dan Teknik
Metode
yang digunkan untuk menyelesaikan makalah ini adalah metode
deskripsi/penelitian kepustakaan.
1.6.1. Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis
memilih tempat berdasarkan masalah yang dibahas yaitu media social facebook,
dan internet.
1.6.2. Waktu
1.7.
Sistematika
Penulisan
Untuk memberikan gambaran secara
keseluruhan tentang makalah ini, berikut disajikan sistematika pembahasan
makalah yang terdiri dari 3 bab, dengan susunan sebagai berikut :
BAB I
PENDAHULUAN
Berisi tentang pembahasan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kerangka teori, sumber data, metode dan
teknik penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II
PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang pengertian FACEBOOK, pengaruh BULLYING dan DAMPAK POSITIVE
FACEBOOK terhadap PENANGGULANGAN BULLYING
BAB III PENUTUP
Bab ini merupakan bagian akhir dari penulisan
makalah. Isi bab ini adalah kesimpulan dan saran.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
PENGERTIAN MEDIA SOSIAL DAN TINDAKAN BULLYING
2.1.1. Pengertian
Media Sosial Facebook
Facebook menurut Ricky Rilandika dalam
tulisannya adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung
dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melakukan
koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambahkan
teman-teman mereka, mengirim pesan, dan memperbarui profil pribadi agar orang
lain dapat melihat tentang dirinya.
Facebook
didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid
Ardsley High School diluncurankan pertama kali pada 4 februari dan awalnya
hanya untuk siswa Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya
diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University,
MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang
termasuk dalam Ivy League.[7]
2.1.2. Pengertian
Bullying
Ada
beberapa pengertian “bullying” dari para-para pakar teori, diantaranya adalah:
Definisi
Bullying menurut PeKA (Peduli Karakter Anak) adalah penggunaan agresi
dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental.
Beberapa istilah dalam bahasa
Indonesia yang seringkali dipakai masyarakat untuk menggambarkan fenomena
bullying di antaranya adalah penindasan, penggencetan, perpeloncoan, pemalakan,
pengucilan, atau intimidasi (Susanti, 2006).
Bullying merupakan perilaku yang
ditujukan untuk melukai siswa lain secara terus-menerus dan tanpa sebab menurut
Olweus (1993) dalam pikiran rakyat, 5 Juli 2007.[8]
Dari beberapa kesimpulan diatas
bahwa definsi dari “bullying” adalah serangan berulang secara fisik, psikologis
social ataupun verbal yang dilakukan dalam posisi kekuatan secara situasional
didefinisikan untuk keuntungan atau kepuasan mereka sendiri.
2.2 Pengaruh Tindakan Bullying Terhadap Perilaku
Remaja dan Anak
2.2.1 Berikut ini adalah contoh tindakan yang
termasuk kategory bullying; pelaku baik individual maupun group secara
sengaja menyakiti atau mengancam korban dengan cara:
– menyisihkan seseorang dari pergaulan,
– menyebarkan gosip, mebuat julukan yang bersifat ejekan,
– mengerjai seseorang untuk mempermalukannya,
– mengintimidasi atau mengancam korban,
– melukai secara fisik,
– melakukan pemalakan/ pengompasan.
– menyisihkan seseorang dari pergaulan,
– menyebarkan gosip, mebuat julukan yang bersifat ejekan,
– mengerjai seseorang untuk mempermalukannya,
– mengintimidasi atau mengancam korban,
– melukai secara fisik,
– melakukan pemalakan/ pengompasan.
Bullying tidaklah sama
dengan occasional conflict atau pertengkaran biasa yang umum terjadi
pada anak. Konflik pada anak adalah normal dan membuat anak belajar cara
bernegosiasi dan bersepakat satu sama lain. Bullying merujuk pada
tindakan yang bertujuan menyakiti dan dilakukan secara berulang. Sang korban
biasanya anak yang lebih lemah dibandingkan sang pelaku.
Menurut Olweus, penulis dari Bullying at School, Bullying Bisa dibagi menjadi dua bagian besar yaitu :
1. Direct bullying : intimidasi secara fisik, verbal.
2. Indirect Bullying: isolasi secara sosial.
Menurut Olweus, penulis dari Bullying at School, Bullying Bisa dibagi menjadi dua bagian besar yaitu :
1. Direct bullying : intimidasi secara fisik, verbal.
2. Indirect Bullying: isolasi secara sosial.
Bullying itu sangat
menyakitkan bagi si korban. Tidak seorangpun pantas menjadi korban bullying.
Setiap orang memiliki hak untuk diperlakukan dan dihargai secara pantas dan
wajar. Bullying memiliki dampak yang negatif bagi perkembangan
karakter anak, baik bagi si korban maupun pelaku.
Berikut ini dampak bullying
bagi sang korban :
– Depresi adalah suatu penurunan kejiwaan atau phsycologis seseorang yang dapat mengakibatkan anak tersebut mengalami gangguan kejiwaan
– Rendahnya kepercayaan diri / minder adalah dimana suatu sikap yang membuat seseorang tidak dapat bergaul secara harfiah dan mengaktualisasikan dirinya didepan public.
– Pemalu dan penyendiri adalah dimana seseorang selalu merasa sendiri tidak mempunyai teman ataupun kawan karena sering dikucilkan dan dia merasa bahwa dia tidak pantas untuk bergaul dengan siapapun.
– Merosotnya prestasi akademik adalah suatu kondisi seseorang yang menerima perilaku bullying, dari depresi, pemalu, bahkan sering menyendiri dan dari semua itu dapat menyebabkan penurunan prestasi dikarenakan dia tidak dapat bergaul dengan leluasa, karena sering dibully bahkan ada pula yang sering tidak masuk kesekolah sehingga dia mengalami penurunan dalam hal belajar.
– Merasa terisolasi dalam pergaulan adalah dimana suatu perasaan yang membuat orang terasing dan susah untuk mempunyai banyak teman.
– Terpikir atau bahkan mencoba untuk bunuh diri adalah dimana suatu tindakan yang sudah mencapi klimaks yang dialami korban sehingga korban merasa benar-benar terkucilkan dan merasa tertindas sampai korban mempunyai niat tersebut.
– Depresi adalah suatu penurunan kejiwaan atau phsycologis seseorang yang dapat mengakibatkan anak tersebut mengalami gangguan kejiwaan
– Rendahnya kepercayaan diri / minder adalah dimana suatu sikap yang membuat seseorang tidak dapat bergaul secara harfiah dan mengaktualisasikan dirinya didepan public.
– Pemalu dan penyendiri adalah dimana seseorang selalu merasa sendiri tidak mempunyai teman ataupun kawan karena sering dikucilkan dan dia merasa bahwa dia tidak pantas untuk bergaul dengan siapapun.
– Merosotnya prestasi akademik adalah suatu kondisi seseorang yang menerima perilaku bullying, dari depresi, pemalu, bahkan sering menyendiri dan dari semua itu dapat menyebabkan penurunan prestasi dikarenakan dia tidak dapat bergaul dengan leluasa, karena sering dibully bahkan ada pula yang sering tidak masuk kesekolah sehingga dia mengalami penurunan dalam hal belajar.
– Merasa terisolasi dalam pergaulan adalah dimana suatu perasaan yang membuat orang terasing dan susah untuk mempunyai banyak teman.
– Terpikir atau bahkan mencoba untuk bunuh diri adalah dimana suatu tindakan yang sudah mencapi klimaks yang dialami korban sehingga korban merasa benar-benar terkucilkan dan merasa tertindas sampai korban mempunyai niat tersebut.
Di sisi lain, apabila dibiarkan,
pelaku bullying akan belajar bahwa tidak ada risiko apapun bagi mereka
bila mereka melakukan kekerasan, agresi maupun
Di
sisi lain, apabila dibiarkan, pelaku bullying akan belajar bahwa tidak
ada risiko apapun bagi mereka bila mereka melakukan kekerasan, agresi maupun
mengancam anak lain. Ketika dewasa pelaku tersebut memiliki potensi lebih besar
untuk menjadi preman ataupun pelaku kriminal dan akan membawa masalah dalam
pergaulan sosial.
2.2. Dampak Facebook terhadap Perilaku Manusia
2.2. Dampak Facebook terhadap Perilaku Manusia
2.2.1
Dan penelitian terakhir adalah dari
Heny Nur Mandiah, Denok Wigati, dan Luluk Masluchah dalam penelitiannya yang
berjudul Hubungan Antara Kemampuan Sosialisasi dengan Kecanduan Jejaring
Social. [9]Dalam
penelitian ini juga terdapat beberapa masalah ataupun dampak yang mempengaruhi
sikap atau perilaku masyakat dalam kemampuan sosialisasi. Adapun dampak
positive diantaranya adalah:
Dengan
berkembangnya teknologi yang kian maju, dan merasuknya internet pada lapisan
masyarakat, berkembang pula situs-situs jejaring social dikalangan masyarakat
luas. Situs-situs tersebut kini sudah sangat menjamur disemua kalangan
masyarakat. Mulai dari anak kecil, remaja hingga dewasa menggunakan fasilitas
ini untuk berhubungan dengan teman ataupun mengenal teman baru, yang terkadang
sulit untuk bertemu secara langsung. Namun penggunaan situs jejaring sosial ini
juga mempunyai dampak yang baik dan buruk terhadap perkembangan psikologis pada
anak tersebut.Dampak positifnya berkat situs jejaring sosial ini kita jadi
lebih mudah berinteraksi dengan pengguna-pengguna lain yang memanfaatkan situs
jejaring sosial ini untuk memperluas pergaulan. Pengguna dapat berhubungan
dengan teman dan keluarga, dapat bertemu dan berhubungan dengan teman lama,
berkenalan
dengan teman dari sahabat, serta berkenalan dengan orang yang belum pernah
dikenal sebelumnya. Selain itu, pengguna situs ini memiliki Hubungan Antara
Kemampuan Sosialisasi dengan Kecanduan Jejaring Sosial kesempatan untuk
berkomunikasi dan berbagi pengalaman, hobi, dan minat dengan orang-orang dengan
latar belakang, budaya dan negara yang berbeda, bisa juga dijadikan media
promosi bisnis atau sebagainya. Keunggulan dan kemudahan itulah yang membuat
banyak individu hampir tiap hari menggunakan internet untuk membuka jejaring
sosial.
BAB
III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1. Kesimpulan
Sebagai
penulis, saya menarik kesimpulan bahwa Jejaring Sosial dapat di maknai sebagai
alat penghubung modern yang dapat menghubungkan antar individu di berbagai
belahan dunia, meskipun jejaring sosial memiliki segelintir pengaruh positif
terhadap kelakuan individu/seseorang, namun perlu di ingat, jejaring sosial
ternyata mempunyai lebih banyak sisi/pengaruh negatifnya terhadap seseorang,
hingga dapat mempengaruhi seseorang bertingkah di luar batasan orang normal, seperi
pamer perjalanan wisata, pamer kecepatan speedometer, memotret makanan, hingga
menyebabkan "Dehumanisasi"/ seseorang lebih peduli pada dunia maya di
internet daripada lingkungan nyata di sekitarnya, bahkan sampai ketingkat
tindakan bullying pada seseorang yang terkena dampak negatifnya.
Pencegahan
pengaruh negative tindakan bullying dari jejaring sosial dapat di lakukan mulai
dari orang-orang terdekat individu tersebut, seperti Orang tua, teman, dan
saudara, dan kita sebagai manusia juga harus bersikap kritis dan waspada jangan
mudah terbawa arus modern yang sekarang sedang melanda kehidupan, jangan pernah
menjadikan jejaring-jejaring sosial tersebut menjadi seperti sebuah kebutuhan
pokok dalam kehidupan, namun jadikan jejaring sosial sebagai media yang
bermanfaat untuk membantu kehidupan manusia bukan malah menghambatnya dan
menyebabkan ketidak normalan.Pengaruh media social memang banyak
membawa dampak buruk terhadap perilaku masyarakat di Indonesia terutama di
wilayah Makassar. Mental generasi bangsa kita saat ini terutama para remaja
sedang terjajah oleh pengaruh media social yang akan merusak kepribadian bangsa
apabila tidak dilakukan pengawasan dari para orang tua mereka. Karena
pengawasan dan hubungan yang baik antara orang tua terhadap anak akan berpengaruh
positive pada perkembangan psikis dan mental terhadap anak tersebut, sehingga
anak tersebut mempunyai filter dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.
1.2. Saran
Diperlukan
pengawasan dan pendekatan yang sangat intens dari para orang tua untuk tumbuh
kembang serta perilaku anak-anak mereka sejak dini. Agar mereka bisa tumbuh dan
berkembang menjadi pribadi yang lebih baik untuk kedepannya nanti yang tidak
mudah terpengaruh oleh arus-arus negative dari lingkungan sekitar ataupun
perkemabngan zaman yang kian maju saat ini. Dan diperlukan partisipasi dari
pemerintah untuk dapat mengambil tindakan kepada media-media baik massa maupun
social yang dapat merusak moral generasi bangsa, serta diperlukan pula
pendekatan dari para guru-guru terhadap anak didik mereka ketika berada
dilingan pendidikan untuk dapat mengawasi pergerakan anak didik mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Didno.
“20 Negara Pengguna Internet Terbesar Di
Dunia”. 16 April 2013
http://www.didno76.com/2013/04/20-negara-pengguna-internet-terbesar-di.html
Kusuma,
Wijaya. “Hadapi Sidang Lanjutan, Florence
Kini Didampingi Tiga Pengacara”.Desember2014.
http://ciricara.com/2012/10/19/indonesia-masuk-daftar-negara-dengan-kasus-bullying-tertinggi. Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Kasus Bullying Tertinggi. Ms. Terius. October 19, 2012 at:3.58pm.
http://harunnihaya.blogspot.com/2011/12/bullying-dan-solusinya.html. pengertian bullying dan solusinya. 29 Januari 2015 at 08.00 a.m
http://www.psychologymania.com/2012/06/definisi-bullying.html.
teori-teori mengenai bullying. 29 januari 2014.
Nur Heny, Wigati Denok, dan
Masluchah Luluk. 2011. “Hubungan Antara
Kemampuan Sosialisasi Dengan Kecanduan Jejaring Sosial”. Vol 4 (7) 14
Februari 2011. p.85
[1]Didno. “20 Negara
Pengguna Internet Terbesar Di Dunia”. 16 April 2013 http://www.didno76.com/2013/04/20-negara-pengguna-internet-terbesar-di.html
[2] http://ciricara.com/2012/10/19/indonesia-masuk-daftar-negara-dengan-kasus-bullying-tertinggi. Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Kasus Bullying
Tertinggi. Ms. Terius. October 19, 2012 at:3.58pm.
[3]Kusuma,
Wijaya. “Hadapi Sidang Lanjutan, Florence Kini Didampingi Tiga Pengacara”.
Minggu,7 Desember 2014. http://regional.kompas.com/read/2014/11/26/1415107/Hadapi.Sidang.Lanjutan.Florence.Kini.Didampingi.Tiga.Pengacara
[4]Prokem adalah bahasa yang tidak
formal yang selalu dipakai dalam dialeg Jakarta contoh “loe, gue, kaga ngarti,
koplak”
[5] http://harunnihaya.blogspot.com/2011/12/bullying-dan-solusinya.html.
pengertian bullying dan solusinya. 29 Januari 2015 at 08.00 a.m
[7] http://rickyrilandika.blogspot.com/2010/06/penggunaan-dan-dampak-facebook-daalam.html.
21 Januari 2015
[8] http://www.psychologymania.com/2012/06/definisi-bullying.html.
teori-teori mengenai bullying. 29 januari 2014
[9]Heny
Nur, Denok Wigati, dan Luluk Masluchah. 2011. Hubungan Antara Kemampuan Sosialisasi Dengan Kecanduan Jejaring Sosial.
Vol 4 (7) 14 Februari 2011. p.85
Riwayat Hidup Penulis

Penulis adalah seorang mahasiswi Fakultas Ilmu
Komunikasi di salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta Barat. Dia
memiliki nama lengkap “Siti Sarah”, sekarang dia bertempat tinggal di Jl. Dr.
Semeru VII Rt.11/09 Kel. Grogol, Kec. Grogol Petamburan. Dia pernah
menyelesaikan study di SD Negeri Grogol 03 Pagi, setelah itu melanjutkan ke
tingkat SMP Negeri 83 Jakarta Barat, kemudian menyelesaikan study akhir di SMK
Islam Assa’adatul Abadiyah Jakarta Barat. Selanjutnya dia pernah menjadi
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dikantor Walikota Administrasi Jakarta Barat
Tahun 2010.
Dalam penulisan ini, penulis berharap kepada pembaca
untuk dapat mengembangkan pada penelitian selanjutnya, dan tidak hanya itu
penulis berharap pembaca dapat menerpakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai
sumber yang positive. Penulis memiliki motto
“menjadi contoh bagi orang lain adalah lebih baik daripada hanya sekedar
memberikan contoh”.
Terimakasih
Penulis