Rabu, 04 Februari 2015



PENGARUH TINDAKAN BULLYING DIMEDIA SOSIAL FACEBOOK
DALAM PERILAKU REMAJA
                                                                
KARYA ILMIAH
Diajukan untuk Melengkapi Nilai Mata Kuliah Filsafat Ilmu dan Logika
Semester Gasal Tahun Akademik 2014
Kelas 11
images.jpg
Disusun oleh:
SITI SARAH
NIM. 2014.52.072
UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
JURUSAN PUBLIC RELATION

2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan, kelancaran dan kekuatan serta petunjuk dan bimbingan-Nya, karena atas rahmat-Nyalah  saya dapat menyelesaikan Karya Ilmiah ini dengan baik.
Banyak pihak yang telah membantu menyelesaikan secara langsung dan tidak langsung dalam penyelesaian Karya Ilmiah ini, maka saya mengucapkan terima kasih kepada:
1.         Drs.Mulyo Wiharto. selaku Dosen mata kuliah Filsafat Ilmu dan Logika, Universitas Esa Unggul Jakarta.
2.         Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan serta doanya.
3.         Mr. Zulvan yang telah memberikan semangatnya dalam penyelesaian karya ilmiah ini.
Semoga Karya Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan dapat membantu menambah pengetahuan serta pengalaman bagi para pembaca.
                       Jakarta,Januari 2015

                       Penulis,


DAFTAR ISI


KataPengantar………………………………………………………………..   2
Daftar Isi  ……………………………………………………………………..   3
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………    4
1.1.Latar Belakang ..…………………………………………………..  4
1.2.Rumusan Masalah….……………………………………………...  9
1.3 Tujuan Penelitian …………………………………………………   9
1.4 Kerangka Teori …….……………………………………………..   9
1.5 Sumber Data    ………………………………………...................  10
1.6 Metode dan Teknik   .…………………………………………….   10
1.7 Sistematika Penulisan   .………………………………………….   11
BAB II PEMBAHASAN   ...…………………………………………………... 12
2.1 Pengertian Media Sosial dan Perilaku  Bullying ……..................... 12
2.2 Pengaruh Tindakan Bullying  terhadap Perilaku Remaja ….……..  13
2.3 Dampak Facebook terhadap Perilaku Remaja ……….…………..   16
BAB III PENUTUP  ………….………………………………………………   17
3.1 Simpulan   .…….…………………………………………………     17
3.2 Saran   ………….…………………………………………………     18
Daftar Pustaka……………………………………………………………......     19
Biodata Penulis  ..…………………………………………………………….     20

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang Masalah
Di Indonesia,tekhnologi informasi komputer yang disupport oleh internet telah berkembang dengan sangat pesat dan maju di setiap intitusi pendidikan, sehingga banyak media social diciptakan dengan tujuan agar seluruh penduduk di dunia bisa berkomunikasi, bersosialisasi, dan berinteraksi baik antar negara ataupun antar kota, seperti yang sedang booming di kalangan pelajar saat ini adalah: facebook, Twitter, Path, Line, BB, Whatsapp dan Youtube. Selanjutnya, Indonesia termasuk Negara peringkat ke-2 yang masyarakatnya paling banyak menggunakan media soscial dan menurut Jumlah populasi manusia di Indonesia adalah 248,64 juta dengan pengguna internet aktif sekitar 55 juta. Dengan demikian, penetrasi pengguna internet di Tanah Air sekitar 22,1% dari total populasi. Dan sebanyak 2,3% pengguna internet yang mengkonsumsi media sosial dunia berasal dari Indonesia.[1]
Lebih dari itu, dengan adanya media social di kalangan pelajar maupun anak-anak maka kerap kali terjadi tindakan “bullying” yang dilontarkan melalui comment mereka terhadap perilaku social yang ada di media social. Di Indonesia sendiripun hampir 50% merupakan Negara yang jumlah populasi manusianya sering melakukan tindakan “bullying” yang rata-rata pelaku bullying tersebut dilakukan oleh orang-orang dewasa kepada anak-anak, maupun teman sebayanya.[2] Dari tindakan tersebut akan ada pula dampak negative. Seperti yang kita ketahui bahwa dampak negative itu akan muncul apabila kita sebagai orang-orang dewasa selalu melakukan tindakan tidak terpuji itu seperti hal: selalu mengolok-olok orang yang menulis status sedih difacebook, ataupun memasang foto-foto yang tidak semestinya yang dapat memicu konflik dan tidakan bullying tersebut. Dan adapun cara-cara pencegahan serta penanggulangan dampak buruk yang akan ditimbulkan dari perilaku bullying tersebut adalah dengan cara: pendekatan lebih intensive terhadap pelaku dan korban bullying, pemberian bimbingan counseling terhadap pelaku dan korban bullying. kita bisa melihat bahwa sejujurnya ini akan mendatangkan problematika dalam perkembangan etika pelajar, psikologis dan traumatis terhadap korban bullying.
Seperti yang kita ketahui bahwa orang-orang terpelajar adalah siswa, siswa merupakan kaum muda terpelajar yang ditopang dengan Bahasa yang baik dan benar akademis. Etika atau sikap siswa baik secara perbuatan maupun secara lisan selalu menjadi perhatian dan panutan bagi setiap orang. Namun sebaliknya, saat ini etika pelajar terhadap public mulai tercoreng, sudah tidak terlihat lagi etika yang bisa dicontoh bagi masyarakat. misalnya pemberitaan tentang seorang mahasiswa pasca sarjana yang sempat menjadi sorotan masyarakat Jogyakarta mengenai penghinaan terhadap kota Yogya dan pencemaran nama baik terhadap sultan melalui media social Twitter.[3] Lebih dari itu, berujung pada hukum dimana masyarakat Yogyalah yang mengusut kasus ini ke ranah hukum dan pelaku terjerat sanksi dalam kasus pencemaran nama baik. Peristiwa ini menggambarkan, etika dan sikap pelajar dalam penggunakan media social kerap kali menjadi salah satu fenomena utama yaitu tentang sikap, karakter, dan gaya hidup, bahkan media social bisa disebut sebagai “sahabat setia” karena bisa menemani kita kemana-mana dan hampir setiap hari media social berada bersama kita dimana pun kita berada, entah untuk kepentingan umum ataupun kepentingan pribadi.
Jika media social diletakkan pada kepentingan umum maka justru seharusnya memberikan motivasi-motivasi positive melalui kalimat-kalimat yang diposting dengan tujuan mendorong sahabat-sahabat baik dalam karir, kerja, potensi, dll. Sedangkan kepentingan pribadi bisa difungsikan sebagai sarana mencari jodoh, tugas-tugas kampus, menambah banyak teman, mencari penghasilan tambahan dengan cara berjualan online dll. Semua itu bertujuan untuk: pertama, mengaktualisasikan diri dalam hal-hal yang positive, ke-dua, mencari kesenangan pribadi secara normal dan positive, dan yang ke-tiga, mengembangkan potensi diri lewat media social. 
Berkaitan dengan hal diatas, penulis menemukan masalah-masalah tentang etika pelajar terutama dalam kasus “bullying” yang belum mampu memberikan konstribusi positive bagi masyarakat. Dan di bawah ini adalah masalah-masalah yang nantinya perlu diselesaikan di antaranya:
1)         Banyak pelajar yang menjadikan media social sebagai ajang untuk saling menjelek-jelekan atau menjatuhkan privasi orang lain dengan cara menuliskan status atau mengomentari orang lain yang sifatnya mengejek atau bullying. Seperti contoh: seorang mahasiswi yang bersekolah di salah satu perguruan tinggi negeri di D.I Yogyakarta yang menuliskan status melalui akun twitternya dia mengenai antrian BBM yang pada akhirnya menjelek-jelekan pemimpin D.I Yogyakarta.
2)         Tidak sedikit pelajar yang memasukan atau mengupload foto-foto mereka yang tidak semestinya untuk dilihat oleh kalayak ramai atau dipamerkan yang dapat memicu seseorang untuk melakukan tindakan porno aksi. Dan sejujurnya ini ber-efek pada pengguna lainnya.
3)         Pelajar belum mampu menunjukan diri sebagai seorang yang berpendidikan dengan Bahasa yang sopan sesuai dengan norma-norma pendidikan, contoh: banyak sekali pelajar yang menggunakan bahasa prokem[4] dan belum mampu untuk memberikan informasi yang baik kepada orang lain.
Kasus-kasus di atas memberikan inspirasi kepada penulis agar memberikan solusi terhadap masalah-masalah tersebut. Walaupun sedikit atau banyaknya, diharapkan ini mampu mengurangi etika buruk pelajar Indonesia baik dalam berbicara ataupun tindakannya.
Tetapi dalam hal ini, Penulis menggunakan media facebook sebagai solusi dan mecoba menerapkannya dengan proses secara bertahap agar bagaimana masalah diatas bisa terselesaikan. Penulis menawarkan media ini dengan beberapa alasan: 
Pertama, banyak hal-hal positive yang dapat kita ambil dari media social, dan hampir semua penggunanya adalah mahasiswa. Ke-dua, Didalam media social misalnya facebook ditemukan group-group atau komunitas yang selalu mensyiarkan, menyebarkan tentang kebaikan yang dapat menjadi saringan kita dalam menghindari hal-hal negative didalam media social atau dunia maya, seperti contohnya: “STRAWBERRY”.Didalam group tersebut banyak menjelaskan hal-hal positive, khusunya yang berhubungan dengan agama yang berpegang teguh pada al-qur’an dan banyak sekali orang-orang yang share tentang pengalaman-pengalaman mereka yang sangat memotivasi, menyentuh dan menganjurkan kita sebagai pembaca untuk tidak melakukan hal seperti itu. Dan alasan yang ke-tiga adalah karena facebook telah menjadi media online dengan pengguna terbanyak di Indonesia dibanding media social lainnya.Seperti yang dilansir oleh berita.indo.com Jumlah pengguna Facebook Messenger di seluruh dunia telah mencapai angka setengah miliar orang di seluruh dunia. Indonesia menyumbang angka 13,8 persen pengguna Facebook dengan jumlah tak kurang 69 juta pengguna aktif.



1.2.      Rumusan Masalah
1.2.1.    Pengertian Media Sosial dan Tindakan “Bullying”
1.2.2.   Pengaruh Buruk Tindakan “Bullying” Terhadap Remaja dan Anak
1.2.3.   Dampak Postive Media Sosial Terhadap Penanggulangan Tindakan “Bullying”

1.3.            Tujuan Penelitian
1.3.1.      Untuk menjelaskan pengertian “Bullying”
1.3.2.      Untuk memberitahukan mengenai dampak negative dari tindakan “bullying”
1.3.3        Untuk menjelaskan mengenai penanggulangan dari tindakan “bullying”

1.4.             Kerangka Teori
Pada kerangka teori ini, penulis mengambil beberapa teori-teori yang telah diungkapkan oleh para pakar
1.4.1           Definisi Perilaku Bullying
Bullying berasal dari kata Bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya “ancaman” yang dilakukan seseorang terhadap orang lain (yang umumnya lebih lemah atau “rendah” dari pelaku), yang menimbulkan gangguan psikis bagi korbannya (korban disebut bully boy atau bully girl) berupa stress (yang muncul dalam bentuk gangguan fisik atau psikis, atau keduanya; misalnya susah makan, sakit fisik, ketakutan, rendah diri, depresi, cemas, dan lainnya).[5]  
1.4.2.  Media Social
Computer-Mediated Communication (CMC) adalah berbagai jenis program aplikasi yang digunakan untuk melakukankomunikasi antar dua orang atau lebih yang dapat saling berinteraksi melalui komputer yang berbeda. Yang dimaksud di sini bukanlah bagaimana dua mesin atau lebih dapat saling berinteraksi, namun bagaimana dua orang atau lebih dapat berkomunikasi satu dengan lainnya dengan menggunakan alat bantu komputer melalui program aplikasi yang ada pada komputer tersebut.[6]
1.5.      Sumber Data
Dalam penulisan Karya Ilmiah  ini, sumber yang digunakan adalah :
Studi pustaka yaitu dengan mencari referensi dari buku-buku yang berkaitan dengan penulisan karya tulis ini dan penjelajahan internet yaitu dengan mencari beberapa informasi di mesin pencari           yang tidak penulis tidak dapatkan dari buku-buku.

1.6.            Metode dan Teknik
Metode yang digunkan untuk menyelesaikan makalah ini adalah metode deskripsi/penelitian kepustakaan.
1.6.1.      Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis memilih tempat berdasarkan masalah yang dibahas yaitu media social facebook, dan internet.

1.6.2.      Waktu
Waktu pelaksanaan dilakukan pada desember 2014 sampai januari 2015.

1.7.      Sistematika Penulisan
Untuk memberikan gambaran secara keseluruhan tentang makalah ini, berikut disajikan sistematika pembahasan makalah yang terdiri dari 3 bab, dengan susunan sebagai berikut :
BAB I     PENDAHULUAN
Berisi tentang pembahasan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kerangka teori, sumber data, metode dan teknik penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II   PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang pengertian FACEBOOK, pengaruh BULLYING dan DAMPAK POSITIVE FACEBOOK terhadap PENANGGULANGAN BULLYING
BAB III  PENUTUP
Bab ini merupakan bagian akhir dari penulisan makalah. Isi bab ini adalah kesimpulan dan saran.






BAB II
PEMBAHASAN
2.1.             PENGERTIAN MEDIA SOSIAL DAN TINDAKAN BULLYING

2.1.1.      Pengertian Media Sosial Facebook
 Facebook menurut Ricky Rilandika dalam tulisannya adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambahkan teman-teman mereka, mengirim pesan, dan memperbarui profil pribadi agar orang lain dapat melihat tentang dirinya.
Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School diluncurankan pertama kali pada 4 februari dan awalnya hanya untuk siswa Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League.[7]



2.1.2.      Pengertian Bullying
Ada beberapa pengertian “bullying” dari para-para pakar teori, diantaranya adalah:
Definisi Bullying menurut PeKA (Peduli Karakter Anak) adalah penggunaan agresi dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental.
Beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang seringkali dipakai masyarakat untuk menggambarkan fenomena bullying di antaranya adalah penindasan, penggencetan, perpeloncoan, pemalakan, pengucilan, atau intimidasi (Susanti, 2006).
Bullying merupakan perilaku yang ditujukan untuk melukai siswa lain secara terus-menerus dan tanpa sebab menurut Olweus (1993) dalam pikiran rakyat, 5 Juli 2007.[8]
Dari beberapa kesimpulan diatas bahwa definsi dari “bullying” adalah serangan berulang secara fisik, psikologis social ataupun verbal yang dilakukan dalam posisi kekuatan secara situasional didefinisikan untuk keuntungan atau kepuasan mereka sendiri.
2.2       Pengaruh Tindakan Bullying Terhadap Perilaku Remaja dan Anak
2.2.1  Berikut ini adalah contoh tindakan yang termasuk kategory bullying; pelaku baik individual maupun group secara sengaja menyakiti atau mengancam korban dengan cara:
– menyisihkan seseorang dari pergaulan,
– menyebarkan gosip, mebuat julukan yang bersifat ejekan,
– mengerjai seseorang untuk mempermalukannya,
– mengintimidasi atau mengancam korban,
– melukai secara fisik,
– melakukan pemalakan/ pengompasan.
Bullying tidaklah sama dengan occasional conflict atau pertengkaran biasa yang umum terjadi pada anak. Konflik pada anak adalah normal dan membuat anak belajar cara bernegosiasi dan bersepakat satu sama lain. Bullying merujuk pada tindakan yang bertujuan menyakiti dan dilakukan secara berulang. Sang korban biasanya anak yang lebih lemah dibandingkan sang pelaku.
Menurut Olweus, penulis dari Bullying at School, Bullying Bisa dibagi menjadi dua bagian besar yaitu :
1. Direct bullying : intimidasi secara fisik, verbal.
2. Indirect Bullying: isolasi secara sosial.
Bullying itu sangat menyakitkan bagi si korban. Tidak seorangpun pantas menjadi korban bullying. Setiap orang memiliki hak untuk diperlakukan dan dihargai secara pantas dan wajar. Bullying memiliki dampak yang negatif bagi perkembangan karakter anak, baik bagi si korban maupun pelaku.
Berikut ini dampak bullying bagi sang korban :
Depresi adalah suatu penurunan kejiwaan atau phsycologis seseorang yang       dapat mengakibatkan anak tersebut mengalami gangguan kejiwaan
Rendahnya kepercayaan diri / minder adalah dimana suatu sikap yang membuat   seseorang tidak dapat bergaul secara harfiah dan mengaktualisasikan dirinya didepan public.
– Pemalu dan penyendiri adalah dimana seseorang selalu merasa sendiri tidak mempunyai teman ataupun kawan karena sering dikucilkan dan dia merasa bahwa dia tidak pantas untuk bergaul dengan siapapun.
– Merosotnya prestasi akademik adalah suatu kondisi seseorang yang menerima perilaku bullying, dari depresi, pemalu, bahkan sering menyendiri dan dari semua itu dapat menyebabkan penurunan prestasi dikarenakan dia tidak dapat bergaul dengan leluasa, karena sering dibully bahkan ada pula yang sering tidak masuk kesekolah sehingga dia mengalami penurunan dalam hal belajar.
– Merasa terisolasi dalam pergaulan adalah dimana suatu perasaan yang membuat orang terasing dan susah untuk mempunyai banyak teman.
– Terpikir atau bahkan mencoba untuk bunuh diri adalah dimana suatu tindakan yang sudah mencapi klimaks yang dialami korban sehingga korban merasa benar-benar terkucilkan dan merasa tertindas sampai korban mempunyai niat tersebut.
Di sisi lain, apabila dibiarkan, pelaku bullying akan belajar bahwa tidak ada risiko apapun bagi mereka bila mereka melakukan kekerasan, agresi maupun
Di sisi lain, apabila dibiarkan, pelaku bullying akan belajar bahwa tidak ada risiko apapun bagi mereka bila mereka melakukan kekerasan, agresi maupun mengancam anak lain. Ketika dewasa pelaku tersebut memiliki potensi lebih besar untuk menjadi preman ataupun pelaku kriminal dan akan membawa masalah dalam pergaulan sosial.
2.2.      Dampak Facebook terhadap Perilaku Manusia
2.2.1        Dan penelitian terakhir adalah dari Heny Nur Mandiah, Denok Wigati, dan Luluk Masluchah dalam penelitiannya yang berjudul Hubungan Antara Kemampuan Sosialisasi dengan Kecanduan Jejaring Social. [9]Dalam penelitian ini juga terdapat beberapa masalah ataupun dampak yang mempengaruhi sikap atau perilaku masyakat dalam kemampuan sosialisasi. Adapun dampak positive diantaranya adalah:
Dengan berkembangnya teknologi yang kian maju, dan merasuknya internet pada lapisan masyarakat, berkembang pula situs-situs jejaring social dikalangan masyarakat luas. Situs-situs tersebut kini sudah sangat menjamur disemua kalangan masyarakat. Mulai dari anak kecil, remaja hingga dewasa menggunakan fasilitas ini untuk berhubungan dengan teman ataupun mengenal teman baru, yang terkadang sulit untuk bertemu secara langsung. Namun penggunaan situs jejaring sosial ini juga mempunyai dampak yang baik dan buruk terhadap perkembangan psikologis pada anak tersebut.Dampak positifnya berkat situs jejaring sosial ini kita jadi lebih mudah berinteraksi dengan pengguna-pengguna lain yang memanfaatkan situs jejaring sosial ini untuk memperluas pergaulan. Pengguna dapat berhubungan dengan teman dan keluarga, dapat bertemu dan berhubungan dengan teman lama,
berkenalan dengan teman dari sahabat, serta berkenalan dengan orang yang belum pernah dikenal sebelumnya. Selain itu, pengguna situs ini memiliki Hubungan Antara Kemampuan Sosialisasi dengan Kecanduan Jejaring Sosial kesempatan untuk berkomunikasi dan berbagi pengalaman, hobi, dan minat dengan orang-orang dengan latar belakang, budaya dan negara yang berbeda, bisa juga dijadikan media promosi bisnis atau sebagainya. Keunggulan dan kemudahan itulah yang membuat banyak individu hampir tiap hari menggunakan internet untuk membuka jejaring sosial.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan
Sebagai penulis, saya menarik kesimpulan bahwa Jejaring Sosial dapat di maknai sebagai alat penghubung modern yang dapat menghubungkan antar individu di berbagai belahan dunia, meskipun jejaring sosial memiliki segelintir pengaruh positif terhadap kelakuan individu/seseorang, namun perlu di ingat, jejaring sosial ternyata mempunyai lebih banyak sisi/pengaruh negatifnya terhadap seseorang, hingga dapat mempengaruhi seseorang bertingkah di luar batasan orang normal, seperi pamer perjalanan wisata, pamer kecepatan speedometer, memotret makanan, hingga menyebabkan "Dehumanisasi"/ seseorang lebih peduli pada dunia maya di internet daripada lingkungan nyata di sekitarnya, bahkan sampai ketingkat tindakan bullying pada seseorang yang terkena dampak negatifnya.
Pencegahan pengaruh negative tindakan bullying dari jejaring sosial dapat di lakukan mulai dari orang-orang terdekat individu tersebut, seperti Orang tua, teman, dan saudara, dan kita sebagai manusia juga harus bersikap kritis dan waspada jangan mudah terbawa arus modern yang sekarang sedang melanda kehidupan, jangan pernah menjadikan jejaring-jejaring sosial tersebut menjadi seperti sebuah kebutuhan pokok dalam kehidupan, namun jadikan jejaring sosial sebagai media yang bermanfaat untuk membantu kehidupan manusia bukan malah menghambatnya dan menyebabkan ketidak normalan.Pengaruh media social memang banyak membawa dampak buruk terhadap perilaku masyarakat di Indonesia terutama di wilayah Makassar. Mental generasi bangsa kita saat ini terutama para remaja sedang terjajah oleh pengaruh media social yang akan merusak kepribadian bangsa apabila tidak dilakukan pengawasan dari para orang tua mereka. Karena pengawasan dan hubungan yang baik antara orang tua terhadap anak akan berpengaruh positive pada perkembangan psikis dan mental terhadap anak tersebut, sehingga anak tersebut mempunyai filter dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

1.2.  Saran
Diperlukan pengawasan dan pendekatan yang sangat intens dari para orang tua untuk tumbuh kembang serta perilaku anak-anak mereka sejak dini. Agar mereka bisa tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik untuk kedepannya nanti yang tidak mudah terpengaruh oleh arus-arus negative dari lingkungan sekitar ataupun perkemabngan zaman yang kian maju saat ini. Dan diperlukan partisipasi dari pemerintah untuk dapat mengambil tindakan kepada media-media baik massa maupun social yang dapat merusak moral generasi bangsa, serta diperlukan pula pendekatan dari para guru-guru terhadap anak didik mereka ketika berada dilingan pendidikan untuk dapat mengawasi pergerakan anak didik mereka.








 DAFTAR PUSTAKA
Didno. “20 Negara Pengguna Internet Terbesar Di Dunia”. 16 April 2013 http://www.didno76.com/2013/04/20-negara-pengguna-internet-terbesar-di.html
Kusuma, Wijaya. “Hadapi Sidang Lanjutan, Florence Kini Didampingi Tiga Pengacara”.Desember2014.

http://ciricara.com/2012/10/19/indonesia-masuk-daftar-negara-dengan-kasus-bullying-tertinggi. Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Kasus Bullying Tertinggi. Ms. Terius. October 19, 2012 at:3.58pm.

http://harunnihaya.blogspot.com/2011/12/bullying-dan-solusinya.html. pengertian bullying dan solusinya. 29 Januari 2015 at 08.00 a.m

http://www.psychologymania.com/2012/06/definisi-bullying.html. teori-teori mengenai bullying. 29 januari 2014.
Nur Heny, Wigati Denok, dan Masluchah Luluk. 2011. “Hubungan Antara Kemampuan Sosialisasi Dengan Kecanduan Jejaring Sosial”. Vol 4 (7) 14 Februari 2011. p.85
[1]Didno. “20 Negara Pengguna Internet Terbesar Di Dunia”. 16 April 2013 http://www.didno76.com/2013/04/20-negara-pengguna-internet-terbesar-di.html
[2] http://ciricara.com/2012/10/19/indonesia-masuk-daftar-negara-dengan-kasus-bullying-tertinggi. Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Kasus Bullying Tertinggi. Ms. Terius. October 19, 2012 at:3.58pm.

 [3]Kusuma, Wijaya. “Hadapi Sidang Lanjutan, Florence Kini Didampingi Tiga Pengacara”. Minggu,7 Desember 2014. http://regional.kompas.com/read/2014/11/26/1415107/Hadapi.Sidang.Lanjutan.Florence.Kini.Didampingi.Tiga.Pengacara
[4]Prokem adalah bahasa yang tidak formal yang selalu dipakai dalam dialeg Jakarta contoh “loe, gue, kaga ngarti, koplak”
[5] http://harunnihaya.blogspot.com/2011/12/bullying-dan-solusinya.html. pengertian bullying dan solusinya. 29 Januari 2015 at 08.00 a.m
[8] http://www.psychologymania.com/2012/06/definisi-bullying.html. teori-teori mengenai bullying. 29 januari 2014

[9]Heny Nur, Denok Wigati, dan Luluk Masluchah. 2011. Hubungan Antara Kemampuan Sosialisasi Dengan Kecanduan Jejaring Sosial. Vol 4 (7) 14 Februari 2011. p.85














Riwayat Hidup Penulis
Penulis adalah seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi di salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta Barat. Dia memiliki nama lengkap “Siti Sarah”, sekarang dia bertempat tinggal di Jl. Dr. Semeru VII Rt.11/09 Kel. Grogol, Kec. Grogol Petamburan. Dia pernah menyelesaikan study di SD Negeri Grogol 03 Pagi, setelah itu melanjutkan ke tingkat SMP Negeri 83 Jakarta Barat, kemudian menyelesaikan study akhir di SMK Islam Assa’adatul Abadiyah Jakarta Barat. Selanjutnya dia pernah menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dikantor Walikota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2010.
Dalam penulisan ini, penulis berharap kepada pembaca untuk dapat mengembangkan pada penelitian selanjutnya, dan tidak hanya itu penulis berharap pembaca dapat menerpakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber yang positive. Penulis memiliki motto “menjadi contoh bagi orang lain adalah lebih baik daripada hanya sekedar memberikan contoh”.
Terimakasih

Penulis




1 komentar:

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus